Rabu, 04 Maret 2009

Tantangan Untuk Menciptakan Nilai

Kepada Para Stakeholder’s PTPN XI :


Kinerja Perusahaan dengan jelas akan menegaskan kemampuan kita untuk menciptakan nilai bagi Stakeholders. Perlu kesadaran setiap karyawan “bahwa meningkatkan nilai bagi stakeholders merupakan tantangan, dan tantangan itu berada dihadapan kita.


Bersama-sama kita bertanggung jawab meningkatkan realisasi pendapatan bersih perusahaan dari tahun ke tahun, dan hasil kegiatan usaha yang bagus disertai pengurangan hutang yang cepat diharapkan mampu memperbaiki ROCE (Return On Capital Employed = Laba Terhadap Modal yang Digunakan). Memperbaiki ROCE merupakan faktor pendorong terhadap strategi dan rencana kegiatan yang akan diambil oleh perusahaan.


Komitmen meningkatkan kesejahteraan bagi Stakeholders secara berkesinambungan hanya dapat dibuktikan dengan kenaikan return yang diterima oleh stakeholders dari tahun ke tahun baik itu berupa deviden, imbalan, imbalan pasca kerja, dan dana social responsibility bagi masyarakat. Hal tersebut mencerminkan kinerja usaha dan keuangan perusahaan dan untuk menggaris-bawahi harapan perusahaan di masa yang akan datang.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dapat diandalkan untuk menghasilkan uang dan menyediakan dana intern untuk pertumbuhan proyek-proyek investasi untuk mempertahankan kehidupan perusahaan (Going Concern)


Sangatlah penting mempertahankan peningkatan dividen tahunan, yang konsisten dengan penghasilan dan aliran kas perusahaan yang menggaris-bawahi keunggulan usaha dan disiplin keuangan perusahaan.


Gunakan kecerdasan berdagang untuk menciptakan nilai dari aset.


Perusahaan menugaskan organisasi dagangnya yang terampil untuk melihat keseluruhan bisnis perusahaan mulai dari kepala sumur sampai ke pemasaran dan untuk menentukan bagaimana cara mendapatkan nilai tertinggi untuk produksi dan produknya – juga nilai yang lebih tinggi dari aset dan keahlian perusahaan. Dampak keuntungannya tercermin pada hasil dari setiap segmen kegiatan usaha perusahaan.


Pertahankan disiplin biaya dan modal.


Di bidang industri yang didorong oleh komoditi, perusahaan harus selalu berfokus pada pengendalian biaya dan menanamkan modalnya ke dalam proyek yang menguntungkan. Prioritas pengeluaran modal hanya ditujukan pada proyek yang mampu menghasilkan pemasukan yang mantap dengan keuntungan yang menarik untuk jangka waktu yang panjang.


Manfaatkan kekuatan sumber daya manusia, teknologi, dan keuangan.


Perusahaan memiliki angkatan kerja yang beragam dan sangat terampil, teknologi unggul di berbagai bidang penting, dan neraca yang kuat. Semua sumber daya ini dikerahkan untuk melaksanakan tugas guna mencapai berbagai tujuan strategi perusahaan.


“Meningkat budaya prestasi-kerja yang tinggi, marilah kita lanjutkan pembangunan sebuah perusahaan yang penuh gairah dan masa depan yang cerah, rencana pertumbuhan yang jelas dan berkelanjutan, dan terobosan untuk meraih kesempatan yang kaya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar